Pendalaman Terapi Shalat Bahagia
23 November 2019 hari dimana didakannya
kuliah wada’ atau kuliah perpisahan
bagi kami para mahasiswa dan mahasiswi Prof. Dr. Moh. Ali Aziz. M. Ag
semester 1 fakultas dakwah dan komunikasi yang diikuti semua kelas yang
dipergurui oleh beliau, diantaranya ada progam studi ilmu komunikasi,
komunikasi penyiaran islam, bimbingan konseling islam, dan managemen dakwah.
Acara ini berisi bagaiman kita menjalankan sholat yang benar, dan mempratekkan
sholat yang sehat bagi tubuh, dan memberitu kita bagaimana agar bahagia dunia
dn akhirat dengan sholat.
Acara perpisahan dan training sholat
bahagia ini diselenggarakan di Kun Yaquta Convention Centre, Jalan Siwalankerto
Tengah I no. 141 Surabaya. Acara tersebut berlangsung dari jam 07.00 sampai
12.00 WIB. Acara ini dibuka dengan membaca Surat Al-Fatihah yang dipimpin oleh
bu ati’ selaku asisten dari trainer yang akan memberikan materi pada hari sabtu
pagi ini. Selanjutnya ialah pemutaran video testimoni dari beberapa pihak yang
telah mengikuti kegiatan PTSB (Pendalaman Terapi Sholat Bahagia), pengikutnya
bukan hanya dari surabaya melainkan seluruh indonesia, hingga macam negara
diantaranya afrika, colorado, philipina, australia, bangladesh, dan banyak
negara lainnya.
Acara selanjutnya adalah pengenalan
profil trainer yang merupakan salah seorang guru besar Universitas Islam Negeri
Sunan Ampel Surabaya, Prof. Dr. H. Moh. Ali Aziz, MA. Beliau dilahirkan di Lamongan tanggal 09-06-1957.
Beliau beristri dan dikaruniai 7 anak serta 3 cucu. Beliau adala alumni Pondok pesantren Ihyaul Ulum Gresik
pada tahun 1975. Beliau juga selaku Guru Besar/Dosen Pascasarjana UIN Sunan
Ampel Surabaya sejak tahun 2004. Memperoleh prnghargaan Dosen Teladan Nasional pada
tahun 2004 dan 2007. Pernah menjadi Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi pada
tahun 2000 sampai 2004. Menyandang status Pengurus Pembaca dan Penghafal Al
Qur’an Jatim pada tahun 1994. Sebagai Ketua
Asosiasi Profesi Dakwah Indonesia (APDI 2009-2013). Menjadi Unsur Ketua Majlis
Ulama Indonesia Jawa Timur. Juga Ketua Dewan Pengawas Syariah Bank
Jatim dari 2011 hingga saat ini. Konsultan
Pendidikan Yayasan Khadijah 2011 hingga sekarang. Sebagai Hakim MTQ Tafsir
Bahasa Inggris. Mempunyai tanggung jawab menjadi Pengurus Lembaga Pengembangan
Tilawah Al Qur’an. Di percaya sebagai Asesor Badan Akreditas Nasional Perguruan
Tinggi. Menjadi Saksi Ahli Mahkamah Konstitusi tentang UU Penodaan Agama.
Dipercaya sebagai Penasehat Forum Kerukunan Hidup Antar Umat Beragama. Dipilih
menjadi Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an Al Khoziny Sidoarjo 1990 hingga
2009.menyandang status Ketua Yayasan Pendidikan dan Sosial Kyai Ibrahim
Surabaya. Di percaya menjadi Penasehat
Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia pada tahun 2002.
Pernah Pengisi
Mimbar Islam di TVRI Jatim. Menjadi Kajian Terapi Shalat
Bahagia di RRI Jakarta pro.1 dan 4 (91.2 FM dan 92.8 FM)
dan Radio
El Victor Surabaya 93.3 FM. Imam shalat
taraweh/penceramah Islam di Hongkong, Macau, Senzhen,
Taiwan pada tahun 2000 hingga sekarang, Malaysia di tahun 2004, Jepang di tahun
2006 dan 2013, Iran (2008, 2009, 2010), Mauritius-Afrika di tahun 2000, Inggris
di tahun 2005, Belanda pada tahun 2007, Bangladesh di tahun 2013, 2014, 2015 dan Nepal pada
tahun 2015.
Buku-buku yang
ditulis: 60
Menit Terapi Shalat Bahagia (UIN Sunan Ampel Press 2012)
sekaligus sebagai founder dan trainer Pelatihan Terapi Shalat Bahagia
(PTSB), Doa-doa
Keluarga Bahagia (Surabaya, Kun Yaquta Foundation 2014), Bersiul di
Tengah Badai (UIN Sunan Ampel Press 2015), Teknik Khutbah Jum’at
Komunikatif (UIN Sunan Ampel Press 2014), Mengenal Tuntas
Al-Qur’an (MTQ) (Imtiyaz Surabaya 2011), Ilmu
Dakwah (Prenada Jakarta 2008), Dinamika
Kepemimpinan Tokoh Agama di Indonesia (Harakat Media
Jogjakarta 2008), Hijrah (Harakat Media Jogjakarta 2008), Solusi Ibadah
di Hongkong (Duta Masyarakat Surabaya 2008), Solusi Ibadah
di Taiwan (PCNU Taipei 2010), (2014); Dalam
proses cetak buku Terapi Shalat Sukses Studi. Pengisi
kajian tafsir Al Qur’an di Majalah Nurul Hayat dan Majalah Sabilillah,
konsultasi keluarga bahagia di Majalah Nurul Falah; rubrik agama di Harian Duta Masyarakat (2010),
Rubrik Dialog mualaf di Tabloid Nurani (1995).
Acara dilanjutkan
dengan materi. Sebelumnya kita diberikan sebuah buku suplemen atau buku panduan PTSB (Pendalaman Terapi
Shalat). Buku ini tidak diperjual belikan melainkan hanya di khususkan bagi
pengikut PTSB saja. Di awal
materi para peserta mendapat paparan dan
pemahaman dasar tentang sholat yang dikaitkan berbagai aspek kehidupan. Agar
peserta bisa memantapkan keyakinan akan kebesaran Allah, percaya diri, dan
optimis akan penyelesaian semua masalah menuju hidup bahagia. Wajah penuh
bahagia adalah cermin syukur kepada Allah. Hanya pribadi bahagialah yang bisa
maksimal berkreasi, berproduktif, dan membahagiakan orang lain. Tujuan utama
shalat adalah kokohnya mindset T2Q (tawakal, tumakninah, dan qona’ah),
sedangkan kesembuhan, rezeki dan sebagainya hanya bonus semata, sekalipun semua
itu sangat kita butuhkan.
Dihari sebelumnya ibu
ati’ selaku asisten dosen dari prof ali, mengarahkan kita untuk membuat catatan
yang bertuliskan 10 orang yang paling berjasa dalam hidup, 5 orang yang
menjengkelkan atau menyakiti anda, 10 dosa yang pernah dilakukan, 30 nikmat
terbesar yang pernah dirasakan sejak kita kecil hing sekarang,, 10 masalah yang
paling mengganggu atau menyedihkan dalam perjalanan hidup khusus ini ada yang
bersifat rahasia dan bersifat tidak rahasia. Kertas tersebut wajib dibawa
sewaktu pelaksanaan PTSB.
Dalam pendalaman terapi
sholat bahagia ini, dipaparkan beberapa spesifikasi PTSB yaitu, Al-Qur-an dan
Hadist, Arabic Complement (Pelengkap untuk orang yang tidak memahami bahasa
Arab), Drive Spiritual Gravitasi (Arah Spiritual), Positive thinking, dan
Self-Confidence. Sebelum melanjutkan ke acara selanjutnya, para peserta
dipersilahkan beristirahat selama 30 menit. Acara selanjutnya dalam Pendalaman
Terapi Shalat Bahagia para peserta juga diajak aktif untuk mengikuti dan
mempraktikkan berbagai macam gerakan dan ucapan shalat. Seperti dalam tabel
berikut :
Selama
mengikuti praktik sholat bahagia, para peserta terlihat sangat khusyuk dan
bersungguh-sungguh. Para peserta benar-benar merasakan manfaat dari melakukan
praktik terapi sholat bahagia. Terbukti salah satu peserta, yang merupakan
mahasiswi program studi Komunikasi Penyiaran Islam mengaku rasa nyeri akibat
penyakit migraine yang dirasakannya sedikit berkurang setelah
melakukan salah satu gerakan sholat yaitu ruku’ dalam praktik shalat bahagia
ini. Mahasiswi ini baru pertama kali mengikuti acara pedalaman terapi shalat
bahagia, namun ia sudah dapat merasakan manfaatnya sejak pertama kali
mempraktikannya. Bila ia mempraktikan terapi shalat bahagia ini dalam sholat
lima waktunya, InshaAllah penyakitnya akan membaik dan
perlahan akan sembuh.
Beberapa
testimoni lainnya yang sudah mengikuti kegiatan pendalaman terapi shalat
bahagia, seperti Ibu Sri Wahyuni yang mengatakan “6 bulan sakit duduk dan
jalan. Sekarang bisa tahiyat dan berjalan lancar”. Atau dr. Meralda S.S berkata
“Tanganku sembuh dan bisa berbaju sendiri tanpa bantuan orang lain, setelah
lima bulan sakit”. Subhanallah… sama halnya ungkapan yang
diucapkan Prof. Ali, ia berkata “Shalat itu canggih, yang tidak canggih itu
manusianya”. Pernyataan tersebut menjelaskan bahwa semua masalah yang
menyangkut dunia akan kita dapatkan solusinya dengan shalat dan menyerahkan semua
kepada Allah.
Tidak lupa
setelah dilaksanakan praktik sholat bersama, Prof. Dr. Ali Aziz, M.Ag juga
memberikan renungan sejenak untuk acara penutupan sebelum pulang terhadap para
mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya untuk merenungkan
kesalahan yang pernah diperbuat dan renungan terhadap orang tua dan agar kita
selalu bersyukur atas segala nikmat yang sudah diberikan Allah kepada kita.
Terlihat dari suara tangis mahasiswa saat renungan berlangsung bahwa mereka
benar-benar merenungkan dan melakukan kegiatan itu dengan lapang dada, ikhlas
dan khusyuk.
Menurut saya pengalamn ini
sangatlah luar biasa dapat menigkuti Pendalaman Terapi Sholat
Bahagia bersama Prof Ali Aziz. Selain dapat mengetahui tata cara sholat yang
baik dan benar, kita juga mendapat manfaat yang luar biasa yaitu dapat
merasakan ketenangan jiwa. Tentu saja Penerapan Terapi Sholat Bahagia ini harus
dilakukan dan dibiasakan dalam pengerjaan sholat sehari-hari. Semoga manfaat
yang di peroleh akan bertambah semakin banyak lagi, amin.
Ini adalah
foto kami keluarga E3 ILMU KOMUNIKASI bersama bapak Prof. Dr. Moh. Ali Aziz. M. Ag beserta
asisten dosennya.
Sekian
dari saya, sampai jumpa.......
Wassalamualaikum.
Wr. Wb




Komentar
Posting Komentar